Sabtu, 26 Agustus 2017

Perpisahan pada Kebiasaan

Bagiku, perpisahan tidak selalu indah seperti yang diceritakan. Meskipun kebanyakan begitu, tetapi mencoba membuka hati untuk yang baru adalah hal yang paling sulit. Terkadang, kenangan lama masih bangga menampakkan dirinya lalu aku dengan bodoh masih berkutat pada bab yang sama. Sekalipun orang bilang berpisah adalah jalan terbaik saat keadaan makin tak membaik, aku tetap sesak. Perpisahan tidak seindah kelihatannya.

Kepergiannya menyisakan kebiasaan. Sialnya, justru hal itulah yang paling sulit dilupakan. Satu hari yang terlewati tanpa kebiasaannya adalah sendu. Seperti yang Pidi Baiq bilang, perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu. Semua hal tentang dirinya tak bisa lagi kutemui atau bahkan sekadar kudekati. Aku rindu. Pada kebiasaannya.

Aku tahu, dia akan kembali pada saatnya nanti. Walaupun itu bukan suatu hal yang pasti, tetapi sejauh apapun dia melangkah pergi yakini saja bahwa ia akan kembali pada yang berhak memiliki. Pada hakikatnya, manusia hanya bisa berencana karena segala kepastian adalah keputusan-Nya yang hebat.

Aku tak pernah meminta untuk dipertemukan lalu dipersatukan. Namun, jangan juga menciptakan keadaan yang sulit dikendalikan. Berikan jalan terbaik, maka aku akan berlapang dada mengikutinya. Akhir cerita, bersama siapa dia nanti, pasti itu rencana-Mu yang terbaik.